Mbah Jaya Dan Desa Ketenger.

Sambil memegang tongkat komando ,dia dengan ramah menyambut kami,Orang orang di lereng di gunung Slamet ini memanggil nya Mbah jaya, awalnya saya kira beliau begitu sepuh ,tapi anggapan itu terbantahkan semua saat berjumpa dengannya.

Kalau saya taksir umur beliau di sekitar 50 an,tapi dilihat dari cara berbicara nya wajar memang orang orang menuakan dirinya.

Awalnya kita langsung pengin ngobrol, tapi karena waktu itu kita belum solat Ashar, kami izin untuk menunaikan Sholat terlebih Dahulu di Masjid terdekat.,.

Pasca Sholat ternyata Acara sudah dimulai Tampak beberapa Warga dan kasepuhan dengan berpakaian adat berwarna hitam mengantri untuk masuk.

Sayapun ikut masuk ke dalam balai itu ,pasca semua Duduk Mbah jaya membuka salam dan memberi sambutan,pada intinya acara ini sebagai bentuk Syukur kepada Tuhan Yang maha Esa dan kepada para leluhur .

Setelah acara selesai para warga kembali ke tempat yang tadi awal saya berjumpa dengan Mbah jaya , untuk makan dan Syukuran , yang paling khas dan harus ada Yaitu masakan gulai kambing ,yang katanya hal ini sudah turun temurun.

Di sela makan kamipun mencuri waktu untuk menggali informasi lebih jauh kepada Mbah jaya tentang Sejarah dan budaya Desa Ketenger Konon di situs Lemah wangi (Desa Ketenger)dulu adalah tempat di dadarnya Para Calon Ksatria Nusantara (bukan pendadaran skripsiii ya hehe)

Hal ini dibuktikan dengan beberapa tempat yang menandakan ada tempat Latihan tersebut ,yang luasnya mencapai beberapa hektar.

Kalau menurut mbah Jaya ada tempat pengolah Spritual dan Kanuragan ,sayang waktu itu saya belum sempat melihat tempat nya langsung, karena lokasinya lumayan jauh tapi tak sejauh hubungan kamu dengan Dia eh.

Dan di jalan menuju situs Lemah wangi juga ada Makam Para Eks DI /TII ,yang dulu ada kemungkinan di daerah lereng gunung Slamet pernah menjadi salah satu Basisnya.

Sayang waktu itu sudah menjelang Magrib , sehingga menandakan saya harus pulang , sayapun berpamitan kepada Mbah jaya dan masyarakat sekitar ,sambil berjanji suatu saat ingin bertemu lagi untuk silaturahmi.

Bersambung di Episode Berikutnya.

Iklan

Saya memang suka bermain dengan anak anak kecil , terlebih saya memang punya keponakan yang banyak ,yang mana saking banyaknya bisa dibuat menjadi 2 tim Futsal.Kebetulan juga karena tak punya adik , sehingga para keponakan sudah saya anggap seperti adik kandung sendiri.Di satu sisi bergaul dengan anak kecil adalah melatih saya untuk mengetahui psikologi mereka,, harapannya jika kelak saya mempunyai anak sudah tidak kaget lagi .Dalam beberapa hal saya sering membaca artikel tentang anak kecil ,pasca membaca biasanya saya berdiskusi dengan kawan saya yang ahli di bidang Psikologi dan juga Filsafat.Loh kok bisa Filsafat..,Yap karena Filsafat adalah Ibu dari segala Bidang Ilmu, sedangkan kamu adalah Calon Ibu dari anak-anaku eh.Setelah berdiskusi dan membaca biasanya saya langsung tabrakan dengan Realita ,saya amati beberapa orang yang saya kenal dari berbagai umurSetelah hasil pengamatan itulah saya catat dalam ingatan saya ,pada intinya hal ini untuk menjadi bahan saya untuk kelak mendidik anak saya.Karena bagi saya pernikahan lebih rumit dari hubungan pacaran ,jika pada fase pacaran kita hanya mengelola komunikasi 2 orang(kaya wis tau due pacar Bae sen sen haha .)tapi ketika sudah berkeluarga kita bertambah beban komunikasinya ,yang Pertama tentu dengan pasangan dan anak anak kita ,yang kedua bapak ibu mertua, yang ketiga Persatuan Indonesia (silahkan lanjutkan sampai lima , nanti biar pak Prabowo yang kasih sepeda)Pada satu titik saya sudah siap jika kelak saya mempunyai anak ,akan saya didik dan arahkan kemana,Tapi Permasalahannya bukan disini.,saya mungkin sudah siap soal mendidik anak, tapi soal Hubungan dengan istri atau perempuan. saya masih awam betul. ,la wong belum punya partner latihannya selama ini .

Masjid Saka Tunggal .

Keinginan saya untuk mengunjungi Masjid saka Tunggal, sebenarnya sudah lama sekali, tapi baru kesampaian kali ini ,awalnya niat saya kesini untuk menunggu waktu Ashar tiba dan dengan harapan mbok sewaktu waktu bertemu dengan Calon Mertua.

Tapi semua harapan itu pupus ,ketika hampir sampai di Masjid saka Tunggal,begitu banyak segerombolan monyet yang menghampiri ,awalnya cuma satu tapi lama kelamaan bertambah ,mungkin mereka mengira saya mau kampanye .

Sayapun memilih untuk berhenti,yang ditakutkan ketika saya memaksa kesitu nanti ada monyet yang terlindas ban motor ,gini gini Jiwa Berperi Ke Hewanan saya masih ada ..

Beruntung di saat saya mulai panik , pemilik warung kopi di tempat itu membukakan pintu ,tanpa pikir panjang sayapun warung disitu.

Sayapun memesan segelas kopi dan mie Rebus ,tanpa di duga ternyata banyak monyet monyet yang melihat saya dari luar pintu,besar kemungkinan sebenarnya mereka mau ikut ngopi ,sembari berbincang soal Politik Indonesia hari ini .

Launching Semesta Coffe

Tadi malam saya ikut Syukuran atas launchingnya semesta Coffe ,para Foundernya para aktivis NU tulen macam Bung Fajar dan Gus Alfian Ihsan,..

Tapi bagi saya ada hal yang aneh ,karena mereka tidak melestarikan Tradisi NU yang bagi saya krusial , saya menunggu sampai akhir acara saja , saya kira hal itu sudah di persiapkan dari jauh jauh hari.

Sampai pengunjungnya pulang dan sepi , ternyata hal paling saya tunggu tidak kunjung saya temukan ,iyap Apalagi kalau bukan Sega berkat plus Rokok 76.

kecil kecil Minum Kopi

Waktu menjelang Lebaran kemarin saja ajak keponakan-keponakan saya ini ke Kota Bobotsari,setelah capek keliling memutari Kota saya tawari mereka untuk jajan.

“Mau Es Krim atau Siomay..?
“Kopi saja mas”
“Yakin nihhh..?
“Iya mas Sendi”
“Okay Oce “…

Jujur saya agak terharu juga, biasanya anak sekecil mereka pasti mintanya Es Krim kalau gak mainan.,tentu Proposal keinginan mereka saya iyakan ,

*Ah kopi kan lebih murah daripada es krim pikir saya dalam hati.

Setelah kopi mereka habis ,tanpa saya duga mereka minta nambah lagi,padahal waktu itu saya satu pun belum habis..

Dan ternyata mereka sedang berlomba-lomba dalam kebaikan eh maksud saya menghabiskan kopi.

Ringkas cerita setelah minum selesai ,saya menanyakan harga ke penjual ternyata kalau dihitung -hitung habis nya melebihi kalau mereka beli es krim (nominalnya gak saya sebutkan takut dibilang Riya ,apalagi ini musim pemilu ).

“Wah kalau Gitu mending saya belilan es krim saja tadi “

Budaya Kolektif

Ditengah perlombaan pengejaran akan kesuksesan Pribadi dan Penghambaan besar-besaran kepada harta dan berburu laba.

Budaya kolektif seakan meruntuhkan segala mitos akan semua itu .

Budaya kolektif bisa di bangun lingkaran kecil ,yang menjelma menjadi organisasi maupun Koperasi.

Berembung membangun usaha bersama ,ringan sama dijinjing berat sama dipikul .

Pada puncaknya nanti kita telah berdikari dan berdemokrasi dari segi ekonomi.

#Revolusi sunyi.
#demokrasi ekonomi

Saya ,Maiyah dan Cak Nun

Jika kebanyakan orang mengenal cak nun lewat YouTube dan kemudian menyelami pikirannya dengan ikut kajian di Forum atau simpul Maiyah.

Kalau saya mungkin kebalikannya walau sudah lama membaca biografi cak nun ,saya baru menyelami pikiranya setelah ikut simpul maiyahnya dulu.

Ceritanya waktu lulus SMA sambil mendaftar kuliah kesana kemari tapi tidak membawa alamat, saya Tinggal dulu di kamar Takmir Masjid RSI.

Dan saya diajak oleh orang yang baru dikenal ,yuk ikut diskusi ,saya tanya diskusi apa.

Dia jawabya diskusi penggemar cak nun.

Karena bilagngnya itu semacam pengajian maka saya berdandan layaknya ikut sebuah forum pengajian pakai peci dan tak lupa pakai minyak wangi .

Sampai sana saya kecele ,karena yang berpeci bisa saya hitung dengan jari , malah banyak yang hanya celana pendekan.

Waktu pembawa acara nya bilang Maiyah,saya belum ngeh Maiyah itu bahkan saya kira , semacam Mpok Mpok yang dituakan atau apalah

Ternyata itu nama forum pengajian,yaitu majelis masyrakat Maiyah juguran syafaat.

Pasca diskusi itu saya mencoba menyelami pemikiran cak nun yang ternyata sudah banyak dijumpai lewat YouTube.

Berjalannya waktu mungkin Maiyah sudah menjadi bagian dari hidup saya .

Banyak hal yang dapatkan dari Maiyah terkait cara pandang dan pemikiran.

Hari ini sedang ramai soal cak nun terkait pendapatnya tentang Jokowi.

Sebenarnya saya ingin membahasnya tapi saya urungkan ,saya hanya ingin fokus berpuasa sambil mendoakan keselamatan jodoh saya.

Masa depan Sandiaga uno

Sumber gambar: v.office

Akhir akhir ini Sandiaga Uno mendapatkan simpati baik dari pendukung 01 dan 02.

Jika Sandiaga Uno mampu merawat hal ini ,tentu Sebuah modal yang bagus untuk bertarung kembali di 2024.

Tapi ada satu hal yang harus dipahami Sandiaga Uno ,saingan terberat nya justru bukan seperti AHY ,Anies Baswedan atau lainyya melainkan adalah Nurhadi- Aldo.